Pimpin Rakor Verifikasi dan Validasi DTKS, Bupati Edi: Program Penanganan Kemiskinan, Data Harus Akurat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Bupati Kukar Edi Damansyah memberikan waktu hingga pekan depan kepada Camat se
Kukar, untuk melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan
Sosial (DTKS).
Hal itu disampaikannya pada usai rapat
koordinasi tentang hasil verifikasi dan validasi DTKS Kukar, Senin (5/9/2022).
Rapat tersebut juga dihadiri oleh para Camat di Kukar.
Ia mengatakan, dari laporan yang disampaikan
beberapa Camat di Kukar, masih banyak DTKS yang tidak sesuai dengan data yang
dilapangan. Pemerintah daerah menargetkan pekan depan, bahwa seluruh Kecamatan
DTKS dari Kementerian Sosial dan di lapangan harus sinkron.
"Dari laporan para Camat, memang masih
banyak yang tidak kesesuaian, misalkan ada yang tidak ditemukan di lapangan,
ada yang sudah meninggal dunia, ada yang pindah alamat, ada yang warga mampu
tapi masuk di DTKS," kata Edi Damansyah kepada Poskotakaltimnews.
Lanjut dia, dalam rangkaian program
penanganan kemiskinan, data yang akurat sangat dibutuhkan, maka dari itu
pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan validasi DTKS, sehingga data
tersebut sinkron.
"Setelah data itu akurat, kita lanjutkan
dengan intervensi program atau penguatan, baik dari kami pemerintah, maupun
dunia usaha. Karena kami ingin optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan (TJSP) juga," ungkapnya.
Sehingga program TJSP juga memberikan
kontribusi dalam rangka penurunan kemiskinan di Kukar. Kedepan bakal diadakan
musyawarah pembangunan TJSP.
Adapun kendala yang menyebabkan DTKS tidak
sesuai ialah sinyal, karena ada beberapa desa, Kecamatan itu yang sinyalnya
naik turun, bahkan masih ada yang blankspot.
"Karena memang ada aplikasi yang dibuat
oleh Kementerian Sosial untuk melakukan pendataan, tapi tadi solusinya adalah
nanti kalau kondisi sinyal buruk digunakan dengan cara manual dulu pendataan
ini," sebutnya.
Dirinya juga menyebutkan, hanya beberapa kecamatan
yang DTKSnya sesuai di lapangan, salah satunya Kecamatan Anggana, di Anggana
warga pra sejahtera ada dari data awal sekitar 4.041, namun dari hasil
verifikasi dan validasi di lapangan menjadi 2.076 rumah tangga.
Selain Anggana, ada juga Kecamatan Kota
Bangun dan Muara Uwis. Jiks berbicara variabel miskin, ada beberapa variabel
miskin diantaranya pendidikan, hal pendidikan dapat diupayakan dengan
memberikan program paket A, B, C.
Kemudian petani atau perernakan, pemerintah
daerah akan melakukan pengadaan hewan ternak seperti sapi atau kambing,
sehingga aset yang dimiliki oleh petani yakni tanah, dapat dikelola secara
optimal.
"Maka dari itu, verifikasi dan validasi
DTKS ini sangat penting," tutupnya.(*sep)